Jumat, 25 November 2016

AMANAT PARA PENDIRI FPI



24 Rabi'uts Tsani 1419 H
17 Agustus 1998

FPI tidak boleh jadi PARTAI, dan tidak boleh juga menjadi UNDERBOW suatu partai.

FPI harus selalu menjadi PELAYAN UMAT dan PEMBELA AGAMA.

Namun FPI tidak pernah mengharamkan PARTAI, dan juga tidak pernah melarang kadernya masuk ke dalam PARTAI sepanjang satu tujuan dan seizin Pimpinan, bahkan tidak menutup kemungkinan suatu saat FPI membangun PARTAI jika dibutuhkan dan diminta oleh Umat Islam sepanjang untuk perjuangan BELA AGAMA & NEGARA.

Habib Rizieq Syihab - Imam Besar FPI

sumber

Berita Tersebar Luas Via WA Bahwa Habib Rizieq Dipukuli, Panglima TNI Angkat Bicara, dan Ini Penjelsan TNI !!

Dokter News - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak rela masyarakat Indonesia tercerai berai karena pihak-pihak yang mencoba memecah belah bangsa.

 

Dia pun lalu menyebut sejumlah media asing telah melancarkan serangan dengan menyampaikan berita provokasi guna mengadu domba aparat dengan ulama. Media itu justru datangnya dari pihak asing, bukan dari dalam.

"Setelah ditelusuri intelijen, ternyata yang nyebar adalah dari Australia dan dari Amerika. Ternyata bukan dari dalam. Tujuannya tidak lain untuk memecah belah," ujar Gatot di Kota Bandung, Rabu (23/11/2016).

Dihadapan ratusan mahasiswa Bandung hari ini, Panglima mengaku mendengar kabar tentang pemukulan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq oleh anggota TNI tadi malam. Ia pun langsung mengoordinasikan kepada anggotanya yang kemudian diungkap bahwa kabar tersebut hoax.

Namun, mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu menuturkan, yang mengkhawatirkan adalah adanya keterlibatan pihak asing tadi dalam penyebaran berita provokatif tersebut. Australia dan Amerika, disebutnya, menjadi dalang
pemberitaan yang dapat menyebabkan perpecahan Indonesia tersebut.

Situs Judi

Pada bagian lain, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengungkap bahwa kabar hoax itu setelah ditelusuri berasal dari situs judi di luar negeri yang sengaja memecah belah.

"Penyebarnya adalah situs judi online yang berasal dari luar negeri," tegas Gatot sambil memperlihatkan dua alamat nama situs daring yang menyebarkan info hoax tersebut melalui layar lebar.

Gatot mengaku memperoleh isu Habib Rizieq dipukuli prajurit Kostrad sejak malam kemarin melalui pesan aplikasi WhatsApp. Pesan beredar luas via WA itu intinya berisi bahwa Habib Rizieq dipukuli oknum Kostrad di Jalan Petamburan III, No.17, Tanah Abang, Jakarta.

"Saya langsung meminta intelijen mengecek. Ternyata isu itu tidak terjadi," katanya. (R-08)

sumber

Israel Diselimuti Awan Berbau Busuk

 
Betelehem – SP - Gumpalan awan besar berbau menyengat melintasi wilayah Creot, Utara Isralel, Minggu (13/11).
Warga Israel yang tinggal di lokasi mengeluh kesulitan bernapas karena bau awan tersebut yang menyumbat pernapasan. 
Lembaga lingkungan hidup Israel mengatakan bahwa awan tersebut berasal dari kebakaran di wilayah Tamra yang dekat dengan lokasi.
Kamis, 24 November 2016

Pembela Nabi Muhammad Dihukum Mati, Jenazahnya Disholati 6 Juta Muslimin



Pembela Rasulullah dihukum mati oleh pihak negara Pakistan. Ia merupakan tentara pengawal hakim Pakistan bernama Muhammad Mumtaz Husain.

Muhammad Mumtaz dijatuhi hukuman mati karena telah membunuh seorang Hakim Wilayah Pinjab negara Pakistan sekitar 5 tahun yang lalu. Hakim tersebut bernama Salman Tatsir. Sang hakim dibunuh karena telah mencela dan menghina Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di depan para tentara dan juga masyarakat umum.

Kejadian tersebut bermula dari perkataan sang hakim yang menyatakan bahwa undang-undang negara Pakistan yang menegaskan tentang hukuman mati bagi para penghina Rasulullah merupakan sebuah undang-undang yang ilegal atau gelap dan harus diperbaharui (diamandemen).
Tak hanya itu saja, sang hakim lantas menghina Rasulullah dan mencaci makinya. Sontak sang pengawal Hakim bernama Assyahid Mumtaz Husain yang berada tidak jauh dari dirinya langsung berdiri dan membunuh hakim tersebut dengan 40 tembakan peluru timah secara terus menerus. Ia tidak rela jika Rasulullah dihina dan dicaci oleh hakim tersebut.

Setelah kejadian tersebut, pihak pemerintah Pakistan justru memenjarakannya dan divonis hukuman gantung. Pelaksanaan hukuman gantung tersebut dilaksanakan pada hari Senin tepatnya tanggal 29 Februari 2016 atau 20 Jumadil Ula 1437 H.

sumber

Rezim SBY Lebih Baik Dibanding Jokowi Menyikapi Demo


Direktur Elsekutif Foxpol Center Pangi Syarwi Chanigo mengatakan, kepemimpinan SBY lebih tenang dalam menyikapi dinamika aksi demonstrasi masyarakat. Bahkan, aksi demonstrasi era SBY hampir setiap hari terjadi.

"Bahkan ada yang sampai membawa kerbau sebagai simbol. Tapi tak ada sebutan makar," ujar Pangi kepada SINDOnews melalui telepon, Kamis (24/11/2016).

sumber

Mengenai Hukum Shalat di Jalan




Adapun mayoritas ulama masih membolehkan shalat di jalan karena dengan alasan keumuman hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاَّ الْمَقْبُرَةَ وَالْحَمَّامَ
Semua tempat di muka adalah masjid kecuali kuburan dan tempat pemandian.” (HR. Tirmidzi, no. 317; Ibnu Majah, no. 745; Abu Daud, no. 492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Adapun hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى أَنْ يُصَلَّى فِى سَبْعَةِ مَوَاطِنَ فِى الْمَزْبَلَةِ وَالْمَجْزَرَةِ وَالْمَقْبُرَةِ وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ وَفِى الْحَمَّامِ وَفِى مَعَاطِنِ الإِبِلِ وَفَوْقَ ظَهْرِ بَيْتِ اللَّهِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat di tujuh tempat: (1) tempat sampah, (2) tempat penyembelihan hewan, (3) pekuburan, (4) tengah jalan, (5) tempat pemandian, (6) tempat menderumnya unta, (7) di atas Ka’bah.” (HR. Tirmidzi, no. 346; Ibnu Majah, no. 746. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan menilai hadits ini dha’if dalam Minhah Al-‘Allam, 2: 352-353)
Kalau hadits kedua di atas dha’if, berarti masih dibolehkan shalat di tujuh tempat di atas kecuali jika ada dalil shahih yang melarang seperti shalat di pekuburan, tempat pemandian dan tempat menderumnya unta.
Ulama madzhab Hanafiyah dan Syafi’iyah menganggap bahwa dimakruhkan (terlarang) shalat di jalan. Al-Khatib Asy-Syarbini, salah seorang ulama besar dalam madzhab Syafi’i menyatakan bahwa sebab dilarangnya shalat di jalan adalah karena dapat mengganggu kepentingan umum, menghalangi orang untuk lewat hingga kurangnya khusyu’. (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 27: 114)
Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan hafizahullah berkata, “Yang utama tidaklah shalat di jalan. Akan tetapi jika ada hajat untuk shalat di tengah jalan, maka tidaklah masalah. Seperti misalnya masjid sangatlah sempit asalkan menggunakan alas saat itu.” (Minhah Al-‘Allam, 2: 356)
Kesimpulan, shalat Jumat baiknya dilakukan di masjid, bukan di jalan raya (seperti yang dilakukan oleh para pendemo) yang akan mengganggu kepentingan umum, lebih-lebih masjid sekitar masih muat menampung jama’ah. Beda halnya kalau masjid tidak bisa memuat jama’ah yang jumlahnya jutaan. Baca lagi berulang pembahasan di atas.
Wallahu a’lam. Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

SEMOGA KELUARGA MAS BUNI YANI TABAH DAN KUAT ..

Sejak Kamis pagi saya sudah teriak -teriak di WA Grup internal JMP, meminta teman -teman di JMP utk mencari rumah Mas Buni Yani . Entah kenapa sejak tau Mas Buni Yani ditetapkan tersangka Rabu Malam, yg terbayang dalam benak saya adalah nasib keluarga Mas Buni Yani . Sy sendiri tidak tau selama ini Mas Buni Yani tinggal di mana dan punya keluarga atau tidak . Jadi instruksi sy ke anak -anak JMP "tolong cari rumah dan tengok keluarganya , kalau punya keluarga bagaimana keadaannya".








Akhirnya setelah mengantongi sedikit petunjuk berangkatlah Tim JMP dibawah pimpinan Lukas Mojopahit .
Sekitar pukul 7 malam saat saya dalam perjalanan menuju acara seorang kawan, Lukas mengabarkan dia sdh di rumah Mas Buni Yani , bersama istri Mas Buni Yani, dan anak -anaknya.
Sungguh cerita Lukas mengenai keadaan keluarga Mas Buni Yani mengguncang seluruh bathin sy. Hampir saya membatalkan pergi ke acara tersebut, karena rasa sedih yg mendalam. Tanpa terasa air mata sy meleleh..
Sungguh sy tidak menduga kondisi keluarga Mas Buni Yani sangat sederhana. Memang dari wajah Mas Buni Yani yg terlihat polos itu, saya sudah "curiga" dia bukanlah aktivis borju, layaknya aktivis jaman sekarang yg wara-wiri dengan mobil mewah , berjaket kulit keluaran butik mahal, dan suka nongkrong di cafe.








MAs Buni Yani ternyata hanya seorang dosen "tidak tetap" di sebuah lembaga pendidikan. Rumah yg ditempati sangat sederhana ( tipe 45) , istrinya ibu rumah tangga yg kadang2 aktif di sebuah LSM kemanusian. Anaknya dua orang satu perempua kelas 2 SMP dan satu laki2 kelas 4 SD.
Jangan bicara mobil di rumahnya . mas Buni Yani hanya punya satu motor yg dipakai ke sana -kemari. Bahkan di rumah Mas Buni Yani tidak punya TV. Soal TV, menurut istrinya , sengaja tidak membeli, karena takut kalau TV hanya 1, nanti anak -anaknya akan rebutan chanel, dan akhirnya berantem.






Sungguh saya menarik nafas panjang ...kok tega yg selama ini mengira Mas Buni Yani meng-up load video itu dengan tujuan utk Pilkada . Kalau Mas Buni Yani melakukan itu demi Pilkada, dia pasti tidak hidup "sederhana".
Saya haqul yakin Mas Buni Yani melakukan itu karena perasaannya dia sebagai muslim yg tercabik, melihat agamnya dinista...
Temans, sungguh tengah malam ini saat menulis ini , hati sy bergolak membayangkan bagaimana nasib anak -anak Mas Buni Yani yg masih kecil -kecil , bila sampai Mas Buni ditahan atau sampai diproses lebih lanjut. Mas Buni adalah tulang punggung keluarga ..lalu bagaimana masa depan anak -anaknya?
Saya ketuk hatimu Wahai Pak Presiden dan Pak Kapolri, Buni Yani bukan musuh negara , ia hanya seorang muslim yg gerah agamanya dihina, dan ia juga ayah dua orang anak yg masih membutuhkan biaya utk masa depannya ...Lihatlah Pak Presiden dan Pak Kapolri dng mata hati Anda ...demi anak -anak Mas Buni Yani , mohon bebaskan dia ....

NOte
INsyaallah JMP akan membantu keluarga Mas Buni Yani , yg tergerak ingin membantu boleh inbox saya.
 https://www.facebook.com/nanik.sudaryati.927

PERNYATAAN RESMI MUI: Tak Ada Larangan Aksi 212, Bahkan Minta Aparat Tidak Represif Hadapi Demo

TAUSHIYAH KEBANGSAAN
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Mencermati perkembangan kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan akhir-akhir ini, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) menyampaikan TAUSHIYAH KEBANGSAAN sebagai berikut.

1. MUI menghimbau kepada masyarakat agar dalam ikhtiar memperjuangkan aspirasinya dilakukan melalui saluran demokrasi, seperti lobi, perundingan, musyawarah dengan para pihak pengambil kebijakan, baik eksekutif, termasuk aparat keamanan dan penegak hukum maupun legislatif serta bisa menyampaikan pernyataan pendapat melalui pers dan media komunikasi lainnya karena hal tersebut dinilai lebih efektif dan memberikan citra positif bagi pendidikan demokrasi di Indonesia.

2. Apabila terpaksa hendak melakukan demonstrasi, MUI menghimbau agar dilakukan dengan sopan, tertib, damai, akhlaqul karimah, serta mematuhi peraturan yang berlaku.

3. Terkait dengan rencana aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2016 yang antara lain akan dilakukan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI), maka MUI memandang perlu untuk menegaskan bahwa GNPF MUI bukanlah merupakan bagian dari DP MUI dan tidak ada hubungan struktural formal apapun juga antara DP MUI dengan GNPF MUI.

4. MUI meminta apabila terdapat kelompok masyarakat tetap melakukan aksi demo pada 2 Desember 2016, hal tersebut hendaknya dilakukan dengan tidak menggunakan atribut atau logo atau simbol-simbol MUI.

5. MUI juga mengingatkan peserta unjuk rasa agar tetap fokus pada tema penegakan hukum kasus penistaan agama serta tidak menyimpang untuk tujuan lainnya yang tidak sesuai dengan semangat menjaga kebhinnekaan dan keutuhan NKRI.

6. MUI menghimbau kepada pihak Kepolisian dan aparat keamanan lainnya, hendaknya dalam menghadapi para peserta unjuk rasa tetap mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, profesional, dan proporsional serta menghindari penggunaan kekerasan.

Demikian Taushiyah Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia ini disampaikan.

Semoga dapat dijadikan perhatian kita bersama.

Wassalam.

Jakarta, 22 Safar 1438 H/ 22 November 2016

DEWAN PIMPINAN
MAJELIS ULAMA INDONESIA

TTD

Ketua Umum
DR. KH. Ma’ruf Amin

Sekretaris Jenderal
DR. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag

sumber